SEARCH

Showing posts with label Tips Pemasangan Rangka Atap Galvalum. Show all posts
Showing posts with label Tips Pemasangan Rangka Atap Galvalum. Show all posts

PEMASANGAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN

Citraland the GreenLake penawaran khusus bulan ini
Type Crystal 264 m2 / Luas Tanah 294 m2,
Dijual dengan harga : Rp. 4.248.000.000 (hanya sampai 22 Januari 2015)
Sisa beberapa unit lagi
Harga naik 23 Januari 2015
Hubungi : MAPPIS (eco homes properti)
081-2305-92-491 / 081-333-51-7740
PIN BB : 5362512B
E-mail : mappis_24@yahoo.com
Line : Mappisara Tahuddin



www.forumarsitek.blogspot.com - Pekerjaan Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan. Penggunaan baja ringan sebagai bahan konstruksi rangka atap, saat ini sudah semakin digemari. Baik di perumahan atau bangunan-bangunan pemerintah hampir semuanya menggunakan rangka atap baja ringan. Selain karena kemudahan, faktor kecepatan pemasangan juga menjadi pertimbangan sehingga rangka atap baja ringan dipilih sebagai bahan konstruksi rangka atap.

Berikut adalah panduan pelaksanaan pekerjaan pemasangan rangka atap baja ringan, yang kami dapat dari blognya bapak Salmani Saleh dan kami ramu dengan berbagai sumber.

  1. Pemasangan Konstruksi Rangka Atap Baja Ringan.
Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas struktur pengdukungnya (kolom atau ringbalk) harus dilaksanakan secara benar dan cermat, agar rangka atap baja ringan terpasang sesuai dengan persyaratannya.
Persyaratan teknis rangka atap baja ringan diantaranya :
  1. Kuda-kuda terpasang kuat dan stabil, dilengkapi dengan angkur (dynabolt) pada kedua tumpuannya.
  2. Semua kuda-kuda tegak-lurus terhadap ringbalk.
  3. Ketinggian apex untuk pemasangan nok di atas setiap kuda-kuda rata.
  4. Sisi miring atap rata (tidak bergelombang).
  5. Tidak ada kerusakan lapisan pelindung.
  6. Tidak terjadi deformasi (perubahan bentuk) akibat kesalahan pelaksanaan pekerjaan.



Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas kedua tumpuannya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
  1. Dipasang langsung di atas ringbalk.
  2. Dipasang di atas ringbalk dengan perantara wall-plate. Penggunaan sistem tumpuan dengan wall-plate sedapat mungkin harus dihindari, karena tumpuan dengan wall-plate hanya ditujukan untuk meratakan (leveling) ringbalk, jika ringbalk tidak rata. Pengunaan wall-plate akan berakibat kedalaman dynabolt yang tertanam di dalam ringbalk menjadi berkurang. Selain itu, juga terdapat ruang kosong di dalam wall-plateyang dapat mengakibatkan perletakan kuda-kuda menjadi kurang stabil.
Pemasangan kuda-kuda harus mengikuti beberapa langkah kerja sebagai berikut :
  • Langkah 1 : Persiapan kerja.
  • Langkah 2 : Leveling dan marking.
  • Langkah 3 : Pengangkatan dan pemasangan kuda-kuda.
  • Langkah 4 : Pemasangan Penutut Atap.


  1. Inspeksi Akhir.
Karat dapat disebabkan oleh penempelan kotoran (serpihan-serpihan akibat proses pemotongan baja ringan) atau penggunaan bahan logam lain pada struktur baja ringan, seperti : pengikatan dengan kawat bendrat, pemasangan sekrup yang tidak standar, atau karena goresan benda tajam. Jika terjadi korosi pada suatu logam yang menempel pada baja ringan, maka resiko penjalaran korosi sangat besar.
Oleh karena itu harus dilakukan inspeksi akhir untuk memastikan tidak ada kotoran maupun logam-logam lain yang masih menempel ataupun berada di sekitar struktur baja ringan.

  1. Keselamatan Kerja di Ketinggian
Pemasangan kuda-kuda tergolong dalam jenis pekerjaan di ketinggian, mengingat posisi kuda-kuda yang berada pada ketinggian lebih dari 2 meter.
Untuk menghindari kecelakaan yang dapat berakibat fatal saat bekerja di ketinggian, harus diperhatikan prinsip kerja sebagai berikut :
  1. Jika pekerjaan masih memungkinkan untuk dikerjakan di atas tanah/lantai, maka sebaiknya dilaksanakan di atas tanah/lantai.
  2. Jika tidak memungkinkan dikerjakan di atas tanah/lantai, maka bisa dilakukan di ketinggian, dengan dipasang penghalang yang cukup kuat atau semi permanen, dan mampu menahan beban jika pekerja terjatuh.
  3. Jika tidak memungkinkan dipasang pengaman seperti pada point di atas, maka harus digunakan perancah atau scaffolding.
  4. Jika tidak dapat digunakan perancah atau scaffolding, maka harus dikenakan alat pengaman kerja yang mampu mengamankan pekerja dari resiko jatuh dari ketinggian.
  5. Jika akan digunakan tangga, perlu dipastikan bahwa pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu singkat, tangga cukup kuat dan terpasang dalam posisi yang stabil, serta jangan memaksakan meraih alat ataupun bahan yang sulit dijangkau.
  6. Jika semua alternatif di atas tidak dapat dilaksanakan juga, maka harus dilaporkan pada pengawas pekerjaan bahwa pekerjaan tidak aman untuk dilaksanakan.


Hal-hal lainnya yang juga harus diperhatikan, antara lain adalah :
  1. Memakai pakaian kerja dengan benar dan sesuai standar
  2. Memakai topi atau helm pengaman (safety helmet).
  3. Memakai sepatu kerja
  4. Memakai sarung tangan dan sarung lengan yang terbuat dari bahan anti gores.
  5. Membersihkan tempat kerja dari kotoran atau benda lain yang dapat mengganggu proses pekerjaan.

PEKERJAAN PEMASANGAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN



www.forumarsitek.blogspot.com - Pekerjaan Pemasangan Rangka Atap Baja Ringan. Penggunaan baja ringan sebagai bahan konstruksi rangka atap, saat ini sudah semakin digemari. Baik di perumahan atau bangunan-bangunan pemerintah hampir semuanya menggunakan rangka atap baja ringan. Selain karena kemudahan, faktor kecepatan pemasangan juga menjadi pertimbangan sehingga rangka atap baja ringan dipilih sebagai bahan konstruksi rangka atap.

Berikut adalah panduan pelaksanaan pekerjaan pemasangan rangka atap baja ringan, yang kami dapat dari blognya bapak Salmani Saleh dan kami ramu dengan berbagai sumber.

  1. Pemasangan Konstruksi Rangka Atap Baja Ringan.
Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas struktur pengdukungnya (kolom atau ringbalk) harus dilaksanakan secara benar dan cermat, agar rangka atap baja ringan terpasang sesuai dengan persyaratannya.
Persyaratan teknis rangka atap baja ringan diantaranya :
  1. Kuda-kuda terpasang kuat dan stabil, dilengkapi dengan angkur (dynabolt) pada kedua tumpuannya.
  2. Semua kuda-kuda tegak-lurus terhadap ringbalk.
  3. Ketinggian apex untuk pemasangan nok di atas setiap kuda-kuda rata.
  4. Sisi miring atap rata (tidak bergelombang).
  5. Tidak ada kerusakan lapisan pelindung.
  6. Tidak terjadi deformasi (perubahan bentuk) akibat kesalahan pelaksanaan pekerjaan.



Pemasangan kuda-kuda baja ringan di atas kedua tumpuannya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :
  1. Dipasang langsung di atas ringbalk.
  2. Dipasang di atas ringbalk dengan perantara wall-plate. Penggunaan sistem tumpuan dengan wall-plate sedapat mungkin harus dihindari, karena tumpuan dengan wall-plate hanya ditujukan untuk meratakan (leveling) ringbalk, jika ringbalk tidak rata. Pengunaan wall-plate akan berakibat kedalaman dynabolt yang tertanam di dalam ringbalk menjadi berkurang. Selain itu, juga terdapat ruang kosong di dalam wall-plateyang dapat mengakibatkan perletakan kuda-kuda menjadi kurang stabil.
Pemasangan kuda-kuda harus mengikuti beberapa langkah kerja sebagai berikut :
  • Langkah 1 : Persiapan kerja.
  • Langkah 2 : Leveling dan marking.
  • Langkah 3 : Pengangkatan dan pemasangan kuda-kuda.
  • Langkah 4 : Pemasangan Penutut Atap.


  1. Inspeksi Akhir.
Karat dapat disebabkan oleh penempelan kotoran (serpihan-serpihan akibat proses pemotongan baja ringan) atau penggunaan bahan logam lain pada struktur baja ringan, seperti : pengikatan dengan kawat bendrat, pemasangan sekrup yang tidak standar, atau karena goresan benda tajam. Jika terjadi korosi pada suatu logam yang menempel pada baja ringan, maka resiko penjalaran korosi sangat besar.
Oleh karena itu harus dilakukan inspeksi akhir untuk memastikan tidak ada kotoran maupun logam-logam lain yang masih menempel ataupun berada di sekitar struktur baja ringan.



Selain itu, juga perlu dilakukan pemeriksaan secara cermat berkaitan dengan item-item berikut :

  1. Keselamatan Kerja di Ketinggian
Pemasangan kuda-kuda tergolong dalam jenis pekerjaan di ketinggian, mengingat posisi kuda-kuda yang berada pada ketinggian lebih dari 2 meter.
Untuk menghindari kecelakaan yang dapat berakibat fatal saat bekerja di ketinggian, harus diperhatikan prinsip kerja sebagai berikut :
  1. Jika pekerjaan masih memungkinkan untuk dikerjakan di atas tanah/lantai, maka sebaiknya dilaksanakan di atas tanah/lantai.
  2. Jika tidak memungkinkan dikerjakan di atas tanah/lantai, maka bisa dilakukan di ketinggian, dengan dipasang penghalang yang cukup kuat atau semi permanen, dan mampu menahan beban jika pekerja terjatuh.
  3. Jika tidak memungkinkan dipasang pengaman seperti pada point di atas, maka harus digunakan perancah atau scaffolding.
  4. Jika tidak dapat digunakan perancah atau scaffolding, maka harus dikenakan alat pengaman kerja yang mampu mengamankan pekerja dari resiko jatuh dari ketinggian.
  5. Jika akan digunakan tangga, perlu dipastikan bahwa pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu singkat, tangga cukup kuat dan terpasang dalam posisi yang stabil, serta jangan memaksakan meraih alat ataupun bahan yang sulit dijangkau.
  6. Jika semua alternatif di atas tidak dapat dilaksanakan juga, maka harus dilaporkan pada pengawas pekerjaan bahwa pekerjaan tidak aman untuk dilaksanakan.



Hal-hal lainnya yang juga harus diperhatikan, antara lain adalah :
  1. Memakai pakaian kerja dengan benar dan sesuai standar
  2. Memakai topi atau helm pengaman (safety helmet).
  3. Memakai sepatu kerja
  4. Memakai sarung tangan dan sarung lengan yang terbuat dari bahan anti gores.
  5. Membersihkan tempat kerja dari kotoran atau benda lain yang dapat mengganggu proses pekerjaan.